Sabtu, 14 Mei 2011

makalah pengantar pendidikan

MANUSIA DAN PENDIDIKAN:
PANDANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA

A. PANDANGAN ILMIAH TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA
1. Antropologi Biologis/Fisik
a. Batasan
Antropologi adalah studi tentang asal-usul, perkembangan, karakteristik, jenis (spesies) manusia atau studi tentang ras manusia. Antropologi ilmiah mencakup: antropologi biologis, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan linguistik. Antropologi biologis sering pula disebut antropologi fisik, yaitu studi tentang fosil dan kehidupan manusia sebagai organisme biologis. (Beals, 1977:1)
b. Karakteristik
Manusia adalah Homo Sapiens:
1) Puncak evolusi organik dari makhluk hidup.
2) Kedudukannya dalam klasifikasi makhluk hidup:
a) Dunia: binatang.
b) Phylum: chordata.
c) Kelas: mamalia.
d) Orde: primata
e) Famili: hominidae.
f) Genus: homo.
g) Spesies: sapiens.
3) Ciri-ciri khas:
a) Berjalan tegak (bipedal locomotion).
b) Mempunyai otak yang besar dan kompleks.
c) Hewan yang tergeneralisasi, dapat hidup dalam berbagai lingkungan.
d) Periode kehamilan yang panjang dan anak lahir tak berdaya.

c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
Konsep-konsep antropologi biologis menjadi landasan pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).
1) Keharusan dan kemungkinan pendidikan.
2) Keragaman pendidikan, baik dalam sejarah manusia maupun dalam bentuk praktek pendidikan dalam suatu zaman.
d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan:
Lahir dan berkembangnya antropologi pendidikan.
2. Antropologi Budaya
a. Batasan
Antropolgi sosial budaya mempergunakan teknik-teknik riset historis, observasi, wawancara dalam studi orang yang hidup sekarang. (Beals, 1977:1)
b. Karakteristik
1) Manusia adalah organisme sosiobudaya.
Budaya = seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.
2) Komponen dalam budaya.
a) Sebuah kelompok / masyarakat.
b) Sebuah lingkunga dalam kelompok/masyarakat.
c) Sebuah budaya material.
d) Sebuah tradisi budaya.
e) Kegiatan-kegiatan dan perilaku manusia.
3) Karakteristik umum budaya.
a) Tingkah laku kultural dipelajari.
b) Tingkah laku kultural terorganisasi dalam pola-pola tingkah-laku.
c) Pola-pola budaya diajarkan orang dan berlangsung dari satu generasi ke generasi lainnya.
d) Budaya mempunyai aspek material dan non material.
e) Budaya terbesar secara seragam oleh anggota masyarakat.
f) Tingkah laku kultural menjadi sebuah cara hidup.
g) Budaya terus-menerus berubah.

c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
Konsep-konsep antropologi sosio budaya menjadi landasan pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).
1) Keharusan dan kemungkinan pendidikan.
2) Keragaman kegiatan pendidikan berdasarkan sistem budaya, kesatuan budaya regional, dan kelompok subkultur.
3) Pendidikan adalah enkulturasi (proses pemindahan budaya dari generasi kegenerasi).
d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1) Lahir dan berkembangnya antropologi pendidikan yang dpelopori oleh Frans Boa dan Margareth Mead.
2) Adanya kebutuhan Antropologi Filsafat Anak (pandangan tentang hakekat khuluk atau karakteristik anak).
3. Psikologi
a. Batasan
Psikologi adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua. (Woodward & Marquis, 1955: 3)
b. Karakteristik
Individu yang belajar (Callahan & Clark, hlm: 191-194):
1) Unik (ada perbedaan individual).
2) Banyak kesamaan daripada perbedaanya.
3) Mempunyai berbagai diri.
4) Sebuah organisme total.
5) Mempunyai kesiapan bertindak.
6) Mempuyai tugas-tugas perkembangan.
7) Mempunyai berbagai kebutuhan.
8) Mempunyai kecenderungan-kecenderungan umum dalam bertingkah laku.
9) Mempunyai tujuan-tujuan khusus.
10) Merupakan motivator-motivator dirinya sendiri.
c. Implikasi dalam praktek pendidikan
1) Konsep-konsep psikologis tentang individu menjadi dasar pelaksanaan proses kegiatan belajar-mengajar (Landasan Psikologis Pendidikan).
2) Pendidikan = individualisasi (proses pengembangan individu).
d. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan
1) Lahir dan berkembangnya psikologi pendidikan yang dipelopori oleh Thorndike.
2) Lahir dan berkembangnya aliran pembaharuan pendidikan yang disebut developmentalisme atau “psychological tendency in education”, yang dipelopori oleh Pestalozzi, Herbart dan Froebel.
4. Sosiologi
a. Batasan
Sosiologi adalah studi tentang struktur sosial. (Reading, 1977: 195)
b. Karakteristik masyarakat
1) Manusia adalah animal sociale (binatang yang hidup bermasyarakat).
2) Masyarak adalah:
a) Pengalaman kita dengan orang lain di sekitar kita (Berger & Berger).
b) Tingkah laku kelompok, hubungan-hubungan di antara manusia, dan faktor-faktor yang termasuk dan terjadi di dalam hubungan-hubungan manusia (Ginsberg).
c) Interaksi-interaksi dan interelasi-interelasi manusia (Barlett, dkk).
d) Sebuah sistem yang terbentuk dari cara-cara dan prosedur-prosedur, kekuasaandan bantuan timbal-balik, pengelompokan-pengelompokan dan pembagian-pembagian, pengawasan-pengawasan dan kebebasan-kebebasan (Maciver).
e) Sebuah kelompok dengan suatu budaya yang terorganisasi untuk memberikan keputusan bagi kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan semua orang, dalam arti sempit adalah struktur sosial (Reading).
3) Komponen-komponen masyarakat (Ginsberg):
a) Morfologi sosial.
b) Kontrol sosial.
c) Proses sosial.
d) Patologi sosial.
4) Komponen-kompoen masyarakat (Broom & Selznick):
a) Organisasi sosial.
b) Budaya.
c) Sosialisasi.
d) Kelompok-kelompok primer.
e) Stratifikasi sosial.
f) Asosiasi (perkumpulan)
g) Tingkah laku kolektif.
h) Penduduk dan ekologi.
c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep sosiologi tentang manusia menjadi dasar penyelanggaraan pendidikan (Landasan Sosiologis Pendidikan).
2) Masyarakat sebagai ekologi pendidikan atau sebagai lingkungan tempat berlangsungnya pendidikan.
3) Pendidikan = sosialisasi (proses menjadi anggota masyarakat yang diharapkan).
d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1) Mendorong lahir dan berkembangnya sosiologi pendidikan, yang dipelopori oleh Henry Suzzalo.
2) Mendorong lahir dan berkembangnya ilmu pendidikan kependudukan.
3) Mendorong lahir dan berkembangnya aliran sosiologisme pendidikan, atau sosiological tendency in education, yang lebih menekankan konsep pendidikan pada proses sosialisasi daripada individualisasi.
5. Politika (Ilmu Politik)
a. Batasan
Politika adalah studi tentang pemerintahan negara. (Broom & Selznick, 1958: 6)
b. Karakteristik pemerintahan negara
1) Manusia sebagai animal politicon (Aristoteles), binatang yang hidup berpolitik.
2) Bidang-bidang ilmu politik (Unesco):
a) Teori politik.
b) Lembaga-lembaga politik.
c) Partai-partai politik, kelompok-kelompok politik, dan pendapat umum.
d) Hubungan-hubungan internasional.
c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep politika menjadi dasar penyelanggaraan pengelolaan pendidikan makronasional (Landasan Politikal Pendidikan).
2) Terjalinnya kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.
3) Pendidikan = civilisasi (proses menjadi warga negara yang diharapkan).
4) Pendidika kewarganegaraan mempunyai kedudukan dan peranan yang penting.
5) Pendidikan politik.

d. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan
1) Lahir dan berkembangnya politika pendidikan/pendidikan nasional yang dipelopori oleh Guizot (Perancis), Fischer (Inggris), Horace Mann dan Henry Benhard (USA), K.H Dewantara dan Moh. Syafei (Indonesia).
2) Lahir dan berkembangnya studi pendidikan internasional (Auslandpedagogik)
6. Ekonomika (Ilmu Ekonomi)
a. Batasan
Ekonomika adalah studi tentang upaya manusia memperoleh kemakmuran materiil manusia. (Winardi, 1989: 177)
b. Karakteristik ekonomi
1) Manusia = animal economicus, binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran materiil.
2) Bidang ekonomi:
a) Konsumsi.
b) Produksi.
c) Distribusi.
d) Pertumbuhan sepanjang waktu.
3) Satuan ekonomi:
a) Ekonomi mikro.
b) Ekonomi makro.
c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep ekonomik menjadi dasar atau landasan pendidikan (Landasan Ekonomikal Pendidikan).
2) Kondisi ekonomi mempengaruhi kemampuan dan kegiatan pendidikan.
3) Pendidikan = penanaman modal dalam sumber daya manusia atau human investment, ditinjau dari ekonomi makro.
4) Pendidikan = profesionalisasi, ditinjau dari ekonomi mikro.
d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1) Lahir dan berkembangnya ekonomika pendidikan, yang dipelopori secara konseptual oleh Adam Smith, Alfred Marshall, J. Alan Thomas, Gheor Dore Schultz.
2) Lahir dan berkembangnya studi pendidikan dan pembangunan.


B. PANDANGAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA
1. Filsafat Umum/Murni
a. Batasan
1) Filsafat adalah studi tentang kebenaran alam semesta dan isinya. (Beck, 1979: 2)
2) Karakteristik telaah filosofis:
a) Kritis, yaitu berpikir mengungkapkan dan memecahkan masalah secara menyeluruh (komprehensif) dan mendalam.
b) Spekulatif (kontemplatif), yaitu berpikir menerobos, melampaui fakta atau data-data yang tersedia dalam rangka menemukan hal yang hakiki.
c) Fenomenologis, yaitu berpikir berawal dari gejala (fenomena) dan kemudian mencoba terus menguliti, mengurangi atau mereduksi hal-hal yang tak penting, untuk sampai pada hal yang menjadi hakekat (edois) dari gejala.
d) Normatif, yaitu berpikir yang tertuju untuk mencari hal-hal yang seharusnya.
b. Obyek
1) Obyek filsafat adalah pertanyaan umum yang terbuka/abadi, yaitu pertanyaan yang tidak pernah selesai dijawab sepanjang hidup manusia.
2) Obyek yang menjadi lingkup pertanyaan filsafat adalah segala sesuatu dalam alam semesta dengan segala isinya.
c. Cabang
1) Metafisika = hakikat kenyataan:
a) Ontologi = hakikat kenyataan alam semesta.
b) Teologi = hakikat Tuhan.
c) Kosmologi = hakikat alam.
d) Humanologi = hakikat manusia.
2) Epistomologi = hakikat mengetahui dan pengetahuan; logika = hakikat menyimpulkan untuk memperoleh pengetahuan.
3) Aksiologi = hakikat nilai-nilai:
a) Etika = hakikat baik dan jahat.
b) Estitika = hakikat indah dan jelek.
d. Aliran-aliran filsafat umum
1) Idealisme:
a) Metafisika: kenyataan = sebuah dunia pikiran/rohaniah.
b) Humanologi: binatang yang berpikir .
c) Epistemologi: pengetahuan yang benar melalui mata batin/pikiran/intuisi.
d) Aksiologi: manusia di atur oleh kewajiban-kewajiban moral yang bersumber dari tuhan/kekuatan rohaniah dari alam.
2) Realisme:
a) Metafisika: kenyataan = sebuah dunia benda-benda.
b) Humanologi: binatang yang berbuat.
c) Epistemologi: pengetahuan yang benar diperoleh melalui pendriaan.
d) Aksiologi: manusia di atur oleh hukum alam.
3) Neo-thomisme:
a) Metafisika: kenyataan = sebuah dunia rasio dan tuhan.
b) Humanologi: makhluk yang berpikir dan beriman/percaya.
c) Epistemologi: pengetahuan diperoleh melalui rasio dan percaya.
d) Aksiologi: pengetahuan tentang kebaikan diperlukan agar dapat berbuat baik. Kebaikan tertinggi adalah kebaikan yang bersumber pada pengetahuan dan Tuhan.
4) Eksperimentalisme/instrumentalisme:
a) Metafisika: kenyataan = sebuah dunia pengalaman.
b) Humanologi: binatang yang berevolusi fisik, psikis, dan sosial.
c) Epistemologi: pengetahuan diperoleh melalui pengalaman pendirian.
d) Aksiologi: yang baik adalah yang ternyata berguna dalam masyarakat.
5) Eksistensialisme:
a) Metafisika: kenyataan = sebuah dunia keberadaan (eksistensi) manusia di dunia.
b) Humanologi: binatang yang bebas mewujudkan dirinya.
c) Epistemologi: pengetahuan diperoleh melalui pengalaman.
d) Aksiologi: nilai ditentukan oleh kebebasan memilih dari seseorang pribadi.
e. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep filsafat umum (metafisika, epistemologi, dan aksiologi) menjadi dasar/landasan penyelenggaraan pendidikan (landasan filosofis pendidikan).
2) Munculnya sekolah-sekolah percobaan (Kindergarten dari Froebel merupakan penerapan gagasan pendidikan idealistik; Casa De Bambini merupakan sekolah dari Montessori yang merupakan penerapan gagasan pendidikan naturalistik; laboratory school dari J. Dewey merupakan penerapan gagasan pendidikan pragmatik/eksperimentalistik; dan sebagainya).

f. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1) Munculnya filsafat pendidikan, yang dipelopori oleh Plato.
2) Lahir dan berkembangnya mazhab-mazhab/aliran-aliran filsafat pendidikan, antara lain:
a) Filsafat pendidikan idealisme: pendidikan = pemekaran kemampuan berpikir.
b) Filsafat pendidikan realisme: pendidikan = pemekaran kemampuan berbuat dan berpengalaman.
c) Filsafat pendidikan eksperimentalisme/instrumentalisme: rekontruksi pengalaman yang terus berlangsung sepanjang hidup.
d) Filsafat pendidikan eksistensialisme: pendidikan = perwujudan kebebasan diri sendiri.
2. Filsafat Antropologi atau Antropologi Filosofis
a. Batasan
Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelediki hakekat manusia sebagai keseluruhan atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri (Selbstbesing), dan manusia dapat merefleksasikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri hanya apabila menjadi pribadi yang mengenal dirinya, jadi filsafat antropologi tujuan utamanya adalah merefleksikan atau mencerminkan dirinya sebagai seorang pribadi. (Buber, 1959: 124)
b. Obyek
1) Masalah hubungan manusia dengan alam.
2) Masalah hubungan manusia dengan manusia.
3) Masalah hubungan manusia dengan Tuhan.
c. Karakteristik manusia seutuhnya
1) Satu yang terkandung di dalamnya banyak aspek (one in many).
2) Manusia seutuhnya = animal symbolicum.
3) Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan pikiran sebagai milik manusia yang unik (animal rationale).
4) Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk mengkomunikasikan pikirannya (animal sociale).
5) Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menalar dan sadari sebagai pribadi yang menalar.
6) Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk mengkombinasikan unsur-unsur yang menghasilkan suatu yang kreatif.
7) Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol maka dapat mengadakan perbedaan moral.
8) Hewan yang menggunakan simbol-simbol dapat menyadari diri sendiri sebagai pribadi.
d. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep manusia seutuhnya sebagai dasar tujuan pendidikan.
2) Pendidikan = humanisasi (proses mewujudkan kemanusiaan, atau proses menuju tercapainya manusia seutuhnya).
3) Tujuan utama dalam hidup mencapai perwujudan diri sendiri secara kooperatif.
e. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1) Timbul kebutuhan studi filsafat antropologi anak yang tertuju membahas khuluk atau hakikat anak (anak dilahirkan membawa dosa asal dari adam dan hawa di surga; anak dilahirkan sebagai tabula rasa atau tanpa pembawaan; anak dilahirkan baik; anak dilahirkan tidak berdaya tapi penuh potensi; dan sebagainya).
2) Mendorong lahir dan berkembangnya pedagogik atau ilmu mendidik yang memadukan aspek faktual dengan spek normatif, yang dipelopori oleh herbart (perpaduan antara aspek filosofis yang menentukan tujuan-tujuan pendidikan dengan aspek psikologis yang menentukan cara-cara atau metode-metode pendidikan).
DAFTAR PUSTAKA


Mudyahardjo, Redja, 2009, Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia, Jakarta : Rajawali Pers.

makalah semiotika kajian puisi

KAJIAN SEMIOTIK TERHADAP PUISI
“SURAT DARI IBU” ASRUL SANI

OLEH
KELOMPOK IX


AHMAD RADI 3061011006
ANITA PUSPITA SARI 3061011004
NURAINA 3061011048
KAMARIAH 3061011050












PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
KELAS IIA PAGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP PGRI) BANJARMASIN
2011
KATA PENGANTAR


Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kajian Semiotik Terhadap Puisi “Surat Dari Ibu” Asrul Sani. Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah semiotika.
Andaikata dalam makalah ini ada kekurangan, semua itu tidak lain karena keterbatasan kami selaku penulis. Untuk itu, kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah ini kami harapkan. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi mahasiswa/i dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Banjarmasin, April 2011


Penulis






DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I : PENDAHULUAN 1
1. Latar Belakang 1
2. Tujuan 1
3. Manfaat 1
BAB II : PEMBAHASAN
1. Kajian Semiotik terhadap Puisi “Surat dari Ibu” Asrul Sani 2
2. Pembahasan 2
2.1 Pembahasan Semiotik 3
2.2 Pembacaan Heuristik 3
2.3 Pembacaan Hermeneutik 4
2.4 Pemaknaan terhadap Puisi “Surat dari Ibu” Asrul Sani 7
BAB III : PENUTUP 12
Simpulan 12
DAFTAR PUSTAKA 13
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Semiotik merupakan ilmu yang mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi dan ekspresi. Sehubungan dengan sastra, semiotik secara khusus mengkaji karya sastra (termasuk puisi) yang dipandang memiliki sistem tersendiri.
B. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui dan Memahami kajian semiotik terhadap puisi “Surat dari Ibu” Asrul Sani.
2. Memenuhi tugas mata semiotika.
C. Manfaat
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana melakukan kajian semiotika terhadap puisi.

BAB II
PEMBAHASAN


1. Kajian Semiotik terhadap Puisi “ Surat dari Ibu” Asrul Sani
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi kedunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan dang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nahkoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi kita akan bercerita
“tentang cinta dan hidupmu pagi hari”
(Asrul Sani, 1987:400-401)
2. Pembahasan
2.1 Pembahasan Semiotik
Untuk dapat memberi makna sajak secara struktural semiotik, pertama kali dapat dilakukan dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik (atau retroaktif) (Riffaterre, 1978: 5-6).
2.2 Pembacaan Heuristik
Dalam pembacaan heuristik puisi dibaca berdasarkan struktur kebahasaannya. Untuk memperjelas arti pada puisi, bila perlu dapat diberi sisipan kata atau sinonim kata yang ada puisi tersebut dengan cara kata-kata yang dsisipkan ditaruh dalam tanda kurung. Begitu pula dengan struktur kalimatnya, disesuaikan dengan kalimat baku, dan bila perlu susunannya dapat dibalik untuk memperjelas arti. Pembacaan heuristik terhadap puisi “Surat dari Ibu” karya Asrul Sani dapat dilakukan sebagai berikut:


Bait kesatu
Pergi (-lah engkau) ke dunia luas, anakku sayang. Pergi (-lah engkau) ke dunia bebas! Selama angin (kini) masih angin buritan (angin pada bagian belakang kapal), dan matahari (masih) pagi (cahayanya dapat) menyinar daun-daunan (agar segar) dalam rimba (hutan) dan padang hijau.
Bait kedua
Pergi (-lah engkau) ke laut lepas, anakku sayang. Pergi (-lah engkau) ke alam bebas! Selama hari (kini masih) belum petang, dan warna senja (masih) belum kemerah-merahan menutup pintu (pada) waktu lampau (pada masa lalu).
Bait ketiga
Jika bayang (-bayang) telah pudar, elang laut (telah) pulang ke sarang, angin (telah) bertiup ke benua, (kemudian) tiang-tiang (kapal) akan kering sendiri (karena faktor usia), dan nahkoda (kapal) sudah tahu pedoman (sudah tahu tujuan hidup), (maka) boleh (-lah) engkau datang (ke-) padaku!
Bait keempat
Kembali (-lah engkau) pulang, anakku sayang. Kembali (-lah engkau) ke balik malam! Jika kapalmu (jika engkau) telah (me-) rapat (pulang) ke tepi (ke tempat ibu), (maka) kita akan bercerita “tentang cinta dan hidupmu (pada) pagi hari”.


2.3 Pembacaan Hermeneutik
Dalam pembacaan hermeneutik puisi dibaca berdasarkan konvensi sastranya. Pembacaan hermeneutik merupakan pembacaan ulang sesudah pembacaan heuristik dengan memberikan tafsiran berdasarkan konvensi sastra. Konvensi sastra itu, di antaranya yaitu konvensi ketaklangsungan ucapan (ekspresi) puisi. Ketaklangsungan ucapan (ekspresi) puisi. Ketaklangsungan ekspresi puisi dapat disebabkan oleh (1) penggantian arti, (2) penyimpangan arti, dan (3) penciptaan arti (Riffaterre, 1978:1-2; Pradopo, 2003:97).
Penggantian arti dapat disebabkan oleh penggunaan metafora dan metonimi. Penyimpangan arti dapat disebabkan oleh ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense. Penciptaan arti dapat disebabkan oleh pemanfaatan bentuk visual seperti enjambemen, persajakan, homologues (persejajaran bentuk maupun baris, dan tipografi) (Pradopo, 2003:97).
Pembacaan hermeneutik terhadap puisi “Surat dari Ibu” karya Asrul Sani, terutama dilakukan terhadap bahwa bahasa kiasan, secara khusus metafora. Pembacaannya (tafsirannya), dapat dilakukan sebagai berikut:
Baik kesatu
Melalui suratnya seorang ibu berpesan kepada anaknya, pergilah engkau kedunia luas, ke dunia besar (umum) setelah engkau berada di dunia yang sempit (khusus) di lingkungan keluargamu, anakku sayang. pergilah engkau ke dunia bebas agar engkau dapat berbuat dan bertindak positif dengan lebih leluasa dalam rangka mengembangkan aktivitas dan kreativitasmu. Selama engkau masih energik, masih penuh semangat (angin masih angin buritan) untuk meraih cita-cita. Lebih-lebih karena engkau masih muda (matahari masih pagi), sehingga engkau secara maksimal dapat berbuat kebajikan seperti cahaya matahari yang menyinar daun-daunan agar menjadi segar dalam rimba (hutan) dan padang hijau. Bait kedua
Melalui suratnya seorang ibu juga berpesan kepada anaknya, pergilah engkau ke laut lepas, pergilah sejauh engkau mampu untuk meraih cita-citamu, anakku sayang. Pergilah engkau ke alam bebas, kemana saja engkau mau. Selama usiamu masih muda (selama hari kini masih belum petang) dan selama usiamu masih belum tua (warna senja masih belum kemerah-merahan) yang akan mengakhiri kehidupanmu (menutup pintu) pada waktu lampau (pada masa lalu).
Bait ketiga
Sang ibu juga berpesan, jika engkau sudah (mulai) tua (bayang-bayang telah pudar), jika engkau sudah kembali ke tempat ibu (elang laut telah pulang ke sarang), jika engkau sudah kembali ke tanah kelahiranmu (angin telah bertiup ke benua), jika engkau sudah matang (tiang-tiang kapal akan kering sendiri) karena faktor usia dan pengalaman, jika engkau (nahkoda kapal) sudah tahu tujuan hidup , dan jika engkau sudah berhasil meraih cita-cita (sudah tahu pedoman), maka kata ibunya bolehlah engkau datang kepadaku.
Bait keempat
Kemudian, sang ibu berpesan, kembalilah engkau kepada ibu (kembali pulang), anakku sayang. Kembalilah engkau ke balik malam. Kembalilah terutama jika engkau sudah (mulai) tua, jika engkau sudah matang, jika engkau sudah tahu tujuan hidup, dan jika engkau telah berhasil meraih cita-cita. Jika nanti engkau sudah berada bersama ibu (jika kapalmu telah merapat atau pulang ke tepi), maka kata ibunya kita akan bercerita tentang keluarga dan kehidupanmu yang engkau tempuh sejak engkau ketika masih muda berusaha meraih cita-cita hingga ketika sudah (mulai) tua berhasil menjadi insan yang mulia (“tentang cinta dan hidupmu pada pagi hari”).
2.4 Pemaknaan terhadap Puisi “Surat dari Ibu” Asrul Sani
Berdasarkan hasil pembacaan heuristik dan hermeneutik, dapat diketahui bagaimana makna puisi “Surat dari Ibu” karya Asrul Sani, terutama pada bahasa kiasan, secara khusus metafora. Pemaknaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
Bait kesatu
“Dunia luas” adalah metafora yang mengiaskan dunia besar (umum) yang harus dimasuki oleh sang anak ketika sudah dewasa setelah dia berada di dunia yang sempit (khusus) di lingkungan keluarga. Melalui suratnya seorang ibu berpesan agar anaknya pergi ke dunia yang luas tersebut untuk hidup bermasyarakat dalam rangka mendewasakan diri hingga kelak dapat hidup secara mandiri atas usahanya dan berhasil meraih cita-cita. Selain “luas”, dunia yang tidak harus dimasuki sang anak juga “dunia bebas”; dunia yang tidak lagi terikat, sehingga sang anak dapat berbuat dan bertindak secara positif dengan lebih leluasa dalam rangka mengembangkan aktivitas dan kreativitasnya untuk meraih cita-cita.
“angin buritan” secara harfiah angin pada bagian belakang kapal (atau perahu), yang dapat mendorong kapal agar berlayar dengan kencang untuk mencapai tujuan. Metafora “angin buritan” dapat mengiaskan mengenai tenaga sang anak yang masih energik, masih penuh semangat, karena ia masih muda. Pada saat seperti itulah seyogianya sang anak mengarungi dunia yang luas dan bebas untuk meraih cita-cita. Hal tersebut juga didukung dengan metafora “matahari pagi” yang mengiaskan mengenai sesuatu yang masih muda sehubungan dengan usia sang anak. Ketika masih muda, sang anak diharapkan mampu berbuat secara maksimal dan mampu memberi kebajikan bagi siapa saja seperti matahari (pagi) yang cahayanya masih hangat dan mampu menyinar daun-daun agar menjadi segar baik yang ada di rimba maupun di padang hijau. Jadi, melalui suratnya sang ibu berpesan kepada anaknya ketika masih muda sang anak boleh pergi kemana saja dalam rangka meraih cita-cita. Kalau usia sudah tua, baru pergi meraih cita-cita, tentu saja terlambat.
Bait kedua
“Laut lepas” merupakan tengah laut yang jauh dari daratan. Metafora “laut lepas” dapat mengiaskan harapan sang ibu agar anaknya boleh pergi sejauh kemampuannya untuk meraih cita-cita. Selain “laut lepas” , sang anak juga diperbolehkan oleh sang ibu untuk pergi ke “alam bebas”. Metafora “alam bebas” mengandung makna mengenai ruang lingkup yang akan diarungi sang anak boleh lebih luas lagi dari “dunia luas” dan “laut bebas”, karena kata “alam” pada konteks tersebut tampaknya meliputi baik segala sesuatu yang ada di langit maupun yang ada di di bumi. Jadi, dalam rangka meraih cita-citanya, sang anak diperbolehkan oleh sang ibu untuk pergi kemana saja, tidak hanya ke “dunia luas” atau ke “laut bebas”, tetapi juga ke “alam bebas”.
Semua itu dipesankan oleh sang ibu kepada anaknya. Karena “hari belum petang”. Metafora “hari belum petang” mengandung makna mengenai usia sang anak yang belum tua yan g dikontraskan pada bait kesatu dengan “matahari pagi” yang berarti usia sang anak masih muda. Begitu pula dengan metafora “ warna senja belum kemerah-merahan”, juga mengandung makna mengenai usia sang anak yang belum tua. Ungkapan mengenai usia sang anak belum tua itu, didukung pula dengan metafora “menutup pintu waktu lampau” yang bermakna bahwa usia tua merupakan usia yang akan mengakhiri masa kehidupan. Jadi, melalui suratnya sang ibu berpesan bahwa anaknya boleh pergi kemana saja dalam rangka meraih cita-cita selama sang anak masih muda, sebelum usia tua, atau sebelum berakhir masa hidupnya.
Bait ketiga
“Bayang telah pudar” merupakan metafora yang berkaitan dengan usia sang anak, yaitu jika sang anak sudah (mulai) tua. “Elang laut pulang ke sarang” merupakan metafora yang berkaitan dengan kepulangan sang anak, yaitu jika sang anak sudah kembali ke tempat ibunya. “Angin bertiup ke benua” merupakan metafora yang juga berkaitan dengan kepulangan sang anak, yaitu jika sang anak sudah kembali ke tanah kelahirannya. “Tiang-tiang akan kering sendiri” merupakan metafora yang berkaitan dengan pengalaman sang anak, yaitu jika sang anak sudah matang. “Nahkoda sudah tahu pedoman” merupakan metafora yang berkaitan dengan pengetahuan dan cita-cita sang anak, yaitu jika sang anak sudah tahu tujuan hidup dan sudah meraih cita-cita. Jadi, jika usia sang anak sudah (mulai) tua, jika sang anak sudah kembali ke tempat ibunya, jika sang anak sudah kembali ke tanah kelahirannya, jika sang anak sudah matang, jika sang anak sudah tahu tujuan hidup, dan jika sang anak sudah berhasil meraih cita-cita, maka sang ibu memperbolehkan (mempersilahkan) sang anak datang kepadanya.
Bait keempat
“Balik malam” merupakan metafora yang mengandung makna mengenai segala sesuatu yang sudah lengkap. Dalam hal ini berkaitan dengan kelengkapan yang sudah ada pada sang anak, terutama usia sang anak yang sudah (mulai) tua, sudah matang, sudah tahu tujuan hidup, serta sudah meraih cita-cita. Maksudnya, sang ibu meminta anaknya untuk kembali kepada ibunya terutama jika sang anak sudah (mulai) tua, sudah matang, sudah tahu tujuan hidup, serta sudah berhasil meraih cita-cita. Lebih khusus jika “kapalmu telah rapat ke tepi”, metafora yang mengandung makna jika sang anak sudah berada bersama sang ibu.jika sang anak sudah berada bersama sang ibu, maka sang ibu meminta kepada anaknya untuk bercerita “tentang cinta dan hidupmu pagi hari”, yaitu tentang keluarga dan kehidupan sang anak yang ditempuhnya sejak sang anak ketika masih muda berusaha meraih cita-cita hingga ketika sudah (mulai) tua berhasil menjadi insan yang mulia.

BAB III
PENUTUP
Simpulan
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa puisi “Surat dari Ibu” karya Asrul Sani mengemukakan mengenai surat dari seorang ibu yang isinya berupa pesan sang ibu kepada anaknya yaitu ketika masih muda atau sebelum berakhir masa hidupnya boleh pergi kemana saja dalam rangka meraih cita-cita. Jika sang anak terutama sudah (mulai) tua, sudah matang, sudah tahu tujuan hidup, serta sudah berhasil meraih cita-cita, maka sang ibu memperbolehkan (mempersilahkan) sang anak datang kepadanya untuk bercerita tentang keluarga dan kehidupan sang anak yang ditempuhnya sejak sang ank ketika masih muda berusaha meraih cita-cita hingga ketika sudah (mulai) tua berhasil menjadi insan yang mulia. Secara tersirat puisi tersebut juga memiliki pesan, bagi seorang anak kalau sudah berhasil meraih cita-cita –sudah sukses –janganlah sekali-kali melupakan ibu, ayah, keluarga, atau siapa saja yang pernah berjasa kepadanya ketika meraih cita-cita.

DAFTAR PUSTAKA

Sani, Asrul. 1987. “Surat dari Ibu”. Dalam Linus Suryadi AG (editor). Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern 1. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Sulistyowati, Endang dan Tarman Effendi Tarsyad. 2010. Pengkajian Puisi: Teori dan Aplikasi. Banjarmasin: Tahura Media

cerpen : kesempatan kedua untuk mantan playboy dan mantan setia


KESEMPATAN KEDUA UNTUK MANTAN PLAYBOY DAN MANTAN SETIA

Akhirnya aku menjadi seorang siswa salah satu SMA di Anjir Km. 11, aku pun mendapat teman-teman baru, dan inilah awal aku menjadi seorang playboy, bukan niat untuk jadi seorang playboy, tetapi keadaan yang memintaku seperti itu. Karena aku baru putus dengan pacarku yang bernama Imah, yang wajahnya mirip dengan artis Ayu Azhari, aku berniat untuk mencari seorang pacar sebagai pengganti Imah, Suatu hari aku menyampaikan harapanku kepada seorang cewe pada awal bulan Februari, namanya Icha, yang nama aslinya adalah Rafika Fairus, entah kenapa bisa dipanggil Icha, kata teman-temanku wajah Icha mirip dengan Shiren Sungkar, setelah aku menyampaikan harapanku kepadanya, dia menanggapi harapanku, namun dia memerlukan waktu, dia mengatakan memuberikan jawabannya pada hari Valentine tanggal 12 Februari, karena jawaban yang menurutku cukup lama, dan takut ditolak, aku pun berinisiatif meminta kepada teman perempuanku bernama Thaibah, sekarang teman perempuanku ini telah menikah dengan pacarnya yang aku comblangin kepadanya, aku meminta bantuan kepadanya untuk comblangin aku dengan seorang cewe, yakni teman maulid habsyinya yang bernama Ina yang masih SMP di Km. 16..
Dengan bantuan dari teman perempuanku itu, mereka mengatur tempat dimana nanti aku akan menyampaikan harapanku ke cewe yang di comblangin mereka. Kemudian masuklah sebuah pesan dari thaibah kepadaku “adi, nanti hari kamis kita kerumah aisyah dipal 16, kami sudah atur semuanya”, dan aku menjawabnya dengan “OK”. Saat itu pun tiba, aku bertemu dengan sang cewe di rumah Aisyah, Aisyah adalah teman Thaibah disekolah. Dan disana aku menyampaikan harapanku untuk menjadi pacarnya, Namun hal yang sama juga terjadi, dia membutuhkan waktu untuk menjawabnya, namun dimalam harinya dia sudah menjawab harapanku kepadanya, bahwa dia menerimaku sebagai pacarnya. akhirnya aku mempunyai pacar yang bernama Ina.
Tidak kusangka pada hari Valentine, Icha menjawab harapanku, bahwa dia mengatakan menerima diriku sebagai pacarnya. Itulah mula-mula aku terperosok dalam gelombang playboy dengan memiliki dua orang pacar yang bernama Ina dan Icha.
Setelah beberapa minggu dari hari Valentine, aku bersama teman-temanku pergi ke Anjir Km. 1, di seberang kota Kapuas, Kalimantan Tengah. Kami kesana pergi untuk latihan main band, walaupun aku hanya ikut-ikutan saja, karena aku baru beberapa kali ikut main, dan belum mempunyai kemampuan seperti teman-temanku yang telah mahir menggunakan semua alat musik. Setelah selesai latihan band, kami pun pulang, namun ditengah perjalanan pulang, salah satu temanku yang bernama Aby, mengusulkan untuk mampir sebentar diwarung Kenanga Km. 8 Anjir, disana temanku bercanda kepadaku menyuruh menghubungi seorang cewe, yang bernama Rully yang biasa dipanggil teman-temanku Agnes Monica, karena wajahnya mirip-mirip dengan Agnes Monica. namun aku kabulin becandanya, aku minta nomor handphone cewe itu, dan aku mengirimkan pesan singkat kepadanya, dalam pesan singkat aku mengharapkan dia jadi pacarku dengan satu kesepakatan, tanpa sepengatahuan mereka, Rully pun menanggapinya dengan baik, akhirnya aku jadian dengan Rully juga tanpa sepengetahuan teman-temanku, saat itulah aku memiliki tiga orang pacar, yakni Ina, Icha, dan Rully.
Pada hari Selasa, saat disekolahan bersama teman baru bernama Raji, kami nongkrong di musolla sekolahan, karena sekolah kami bergabung dengan SMP, Raji menunjuk seorang cewe yang bernama Wati, Wati ini paras wajahnya dapat disandingkan dengan artis ibu kota, mirip Bunga Zainal, dia adalah adik kelas kami, dia baru kelas 1 SMP, katanya wati ini dekat dengannya. Namun Raji tidak punya perasaan lebih kepada Wati. Raji memiliki nomor handphone Wati , tetapi dia berikan nomor handphone Wati tersebut kepadaku, karena Raji pada saat itu masih belum memiliki handphone, berbeda dengan sekarang handphonenya model terbaru, layar “japai.”
Dari sanalah aku mengenal Wati, pulang dari sekolah, aku langsung menghubungi nomor handphone Wati yang diberikan Raji kepadaku saat disekolahan, aku kirim pesan singkat kepadanya, namun dia tidak membalas dengan jawaban sms, tetapi menjawabnya dengan layanan Call Me sebuah layanan salah satu Operator Selular. Dari jawabannya tersebut, aku mengerti pulsa dia sedang habis, karena aku belum kenal, aku tidak mengisikan dia pulsa, tetapi aku menggunakan salah satu layanan Operator Selular yang layanan tersebut dapat membuat orang yang didaftarkan dapat mengirim pesan singkat walau tidak punya pulsa, tetapi yang bayar adalah kita. Akhirnya dia menjawab pertanyaanku menggunakan layanan tersebut, malam yang diterangi Bulan Purnama aku berkiriman pesan singkat ria dengannya. Aku merasakan aku mengalami jatuh cinta yang berbeda kepada Wati, jatuh cinta yang sebenarnya menurutku.
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah, akupun kembali menghubungi wati, entah kenapa aku menginginkan Wati menjadi pacarku. Ketika berkiriman pesan singkat itulah aku jujur, aku mempunyai tiga orang pacar, aku berjanji akan berhenti jadi seorang playboy, apabila dia menerimaku apa adanya. Dan diapun percaya kepadaku walaupun aku memiliki pacar tiga orang, namun aku berjanji kepadanya akan mengakhiri hubunganku dengan Ina, Icha dan Rully.
Entah kenapa juga, setelah aku memiliki wati, aku yakin untuk berprinsif didalam diriku, aku tidak akan menjadi seorang playboy lagi, dihari itu juga aku melaksanakan janjiku kepada Wati, bahwa aku akan mengakhiri hubungan ketiga pacarku yang dulu. Dengan berbagai alasan dan kejujuran, kepada Icha aku jelaskan aku tidak mau menyakitinya lama-lama karena aku seorang playboy, kepada Ina aku menerangkan aku mohon maaf telah menghianatinya. Syukur Icha dan Ina tidak membenciku, sampai sekarang pun aku masih berteman dengan keduanya. Namun kepada Rully, karena sebelum aku mengatakan ingin menjadi pacarnya, aku memberikan kesepakatan kepada Rully, bahwa hubungan kami tidak ada yang boleh tau, kalau sampai ada yang mengetahui, maka secara otomatis hubungan kita akn putus, dan ternyata dia menceritakan hubungan ini kepada temannya yang memberitahukan kepadaku. Dan secara otomatis lah aku putus dari Rully, pada hari itulah aku menjadi seorang laki-laki yang hanya mempuyai seorang pacar, Wati, seorang pacar yang menurutku adalah pacar yang terbaik untukku.
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan aku lewati bersama wati, bahkan dua bulan setelah kami pacaran, aku mendapatkan adik yang telah lama aku idamkan, bahkan terlalu sayangnya aku kepada wati, nama adikku pun ku tambahkan nama wati di ujung namanya, ira rahmawati. namun suatu hari, hasrat seorang playboy dulu kembali muncul, aku membuat kesalahan dengan mengantar dan menjemput sekolah seorang cewe yang bernama Imah, dia adalah mantan pacar ku yang ketiga, karena nama pacar pertamaku adalah bernama ia,yang kedua adalah Iki dan yang ketiga adalah Imah. Dan akhirnya kabar itu pun sampai kepada pacar tersayangku Wati, dia pun marah besar kepadaku, namun aku memohon maaf dengan penuh keikhlasan, akhirnya Wati pun luluh. Dia memberikan kesempatan kepadaku untuk berubah, aku semakin mencintainya karena dia adalah wanita yang mau memberi kesempatan kepadaku. Sehingga Hubungan kami pun kembali baik.
Ditahun kedua, hubungan kami pun masih baik-baik saja, sampai suatu hari di sore hari menjelang magrib, seorang Ibu yang bernama Hj.Irus dan anaknya yang bernama Nisa mampir kerumahku karena kemagriban, ibu ini adalah teman ibuku saat pergi haji, jadi menumpang salat Magrib dirumahku, ibunya Nisa yang menurutku orang suka bicara tiba-tiba menanyakan sesuatu kepadaku “Dimana ding urang ada bajual pulsa”. Karena saat itu aku berjualan pulsa elektrik kecil-kecilan, kukatakan “Ulun bajualan pulsa cilai”.Maka aku isikan pulsa ibu itu, namun pada saat itu, aku juga meminta nomor handphone anak beliau yang bernama nisa. Karena menurutku dia juga tidak kalah cantik dengan pacarku wati, disanalah kenapa sifat playboyku kembali timbul, bermodal nomor handphonenya, aku berkirim pesan singkat dengannya tanpa sepengatahuan Wati.
Setelah beberapa minggu, benarlah pepatah orang dulu, “Sepandai-pandainya tupai baluncat, pasti kaina gugur jua”. Akhirnya Wati mengetahui bahwa aku sering berkiriman pesan singkat dengan seorang cewe, namun kujelaskan dia adalah keluargaku, karena Nisa memang keluargaku, walaupun keluarga jauh sebenarnya. Namun aku tetap merasa bersalah kepada Wati karena aku tidak meminta ijin kepadanya. Namun hubungan kami tetap baik, karena pengertiannya itulah aku berprinsif tidak akan menjadi playboy dan aku semakin, semakin, dan semakin mencintainya.
Saat dua setengah tahun aku pacaran dengan Wati, aku telah berubah 100%, aku tidak lagi menjadi seorang playboy, semua ini karena dukungan dari pacarku Wati. Dialah kebahagiaanku, dialah senyumanku, dialah kehidupanku.
Aku telah menjadi siswa SMA kelas 3. Tibalah saatnya kami pengumuman kelulusan Ujian Nasional dan umumnya, aku sangat berbahagia, karena aku mendapat nilai UN tertinggi disekolahanku, dan aku mendapat rangking satu dikelasku. Dan guru-guru pun akan megadakan jiarah ke tempat-tempat makam ulama besar di Martapura, Rantau dan Kelampaiyan. Pada saat jiarah itu, tiba-tiba ditengah perjalan jiarah, sebuah pesan singkat dari seorang wanita yang bernama Nisa, si anak Hj.Irus masuk kedalam inbox pesan ponselku, dia minta temenin berkiriman pesan singkat denganku, jujur aku memang ada rasa kagum kepadanya, rasa suka kepadanya, tetapi tidak ada rasa untuk memiliki dia, rasaku ini seperti rasa seseorang yang melihat kekuasaan tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda, cantik dan kurang cantik dan lain-lain bentuknya dan rasa suka melihat pemandangan yang diciptakan tuhan di alamnya.tetapi karena aku sudah sangat bahagia memiliki seorang Wati.seperti seseorang yang memiliki motor sendiri, walau pun ada motor baru keluar, aku tidak pengen memiliki lagi, karena menurutku motorku sendiri telah kumodifikasi yang membuat tampilannya lebih dari motor yang baru keluar dari pabrik. Begitulah prinsif cintaku kepada wati sekarang. Didalam pesan singkat nisa kepadaku, dia mengatakan dia mencintaiku, dia mengajak diriku untuk bertunangan. Namun sms itu kubalas dengan kata-kata bijak. Aku tidak bisa menerimamu, karena aku sudah memiliki seorang pacar, aku tidak mau menghianatinya. Makin kuat prinsif cintaku seperti seseorang yang memiliki motor sendiri, walau pun ada motor baru keluar, aku tidak pengen memiliki lagi, karena menurutku motorku sendiri telah kumodifikasi yang membuat tampilannya lebih dari motor yang baru keluar dari pabrik. Bahkan kalau motor baru itu mau diberikan, aku akan menolaknya karena tidak mau menduakan motor kesayanganku. Begitulah rasa sayang dan cintaku kepada Wati yang telah memberikan kepercayaannya kepadaku.
Tepat jam 10 malam, dalam keadaan cuaca hujan, kami akhirnya kembali ketempat asal kami, anjir tercinta setelah sehatian berjiarah. Namun karena malam dan cuaca dalam keadaan hujan lebat, aku takut pulang kerumah, akhirnya aku bermalam dirumah teman karibku bernama Amat.keesokan harinya baru aku pulang kerumah.
Setelah melewati masa pacaran yang cukup lama dengan di isi masalah-masalah kecil seperti jerawat –jerawat kecil yang terkadang tumbuh diwajahku yang dapat ku atasi dan bisa hilang sendiri.
Ditahun ketiga hubungan kami, aku telah menjadi seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, di semester pertama aku mendapatkan hasil IP 3,40. Cukup memuaskan bagiku. Namun dipandang berbalik dengan hubungan cintaku, hubungan kami semakin kurang harmonis, penyebabnya adalah kurangnya komunikasi dikarenakan padatnya jadwal kuliahku, hanya pada malam hari kami intensif berkomunikasi lewat pesan singkat, karena aku terkadang kuliah masuk pagi terkadang sore, sedangkan dia pagi sekolah, siangnya mengantar adiknya sekolah. Aku merasakan sedikit ada perubahan didalam dirinya, ketika berikiriman pesan singkat dengannya, dia mengatakan pengen beli baju baru lagi, tetapi dimarahi orang tuanya karena dia baru beli baju juga yang masih bagus, dan aku memberikan saran kepadanya bahwa lebih baik memakai baju yang ada, baju yang masih baik, bagus dan baru, kenapa harus beli lagi, dia mengatakan karena baju baru yang ingin dibelinya ini lebih bagus dari yang baru dia beli. Padahal biasanya tidak bisa seperti itu. Dia biasanya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang dimilkinya.
Mungkin dari situlah sebuah peristiwa yang membuatku stres berat, saat pukul 02.15 siang aku mengirimkan pesan singkat kepada pacarku wati, menanyakan kabarnya, diapun membalas pesan singkatku dengan mengatakan kabarnya baik-baik saja dan mau tidur dan istirahat dulu. Namun, ketika sorenya sekitar pukul 04.50 sore aku hendak bermain bola bersama teman-teman, karena jadwal kuliah kosong jadi aku sempatkan bermain bola, tiba-tiba masuklah sebuah pesan singkat dari temanku bernama Rudy, dia mengirimkan pesan kepadaku “adi,jagai funk pcr qm tu, jgn smpai tman mkan tman”. Aku pun membalas pesan singkatnya untuk meminta penjelasan apa maksud pesan singkatnya. Dia menjelaskan bahwa dia memergoki pacarku wati berpelukan dengan amat teman karibku, teman yang aku anggap keluargaku sendiri, teman tempat aku bermalam pulang dari jiarah, Teman yang sangat aku percaya. Aku langsung drop dan kubatalkan main bola karena hatiku remuk, walaupun belum kubuktikan, aku pun langsung menuju ketempat kejadian perkara, kerumah temannya wati, yakni rumah rika. Karena dia mengatakan disiang hari bahwa dia ingin tidur dan istirahat, tetapi kenyataanya dia kerumah rika. Dan ternyata yang dikatakan Rudy semuanya adalah benar, akupun meminta penjelasan darinya, dia tidak mengakui semuanya, hatiku hancur, remuk tak berwujud, pikiran ku berputar-putar dalam lingkaran setan, aku tidak menyangka pacar yang selama ini membuatku berubah menjadi playboy, sekarang dia yang menghianatiku, aku tidak bisa menahan emosiku lagi, ketika hari menjelang magrib, aku datang kerumahnya untuk meminta penjelasan, namun dia masih tidak mengaku dia menghianatiku, yang membuat emosiku semakin membuncah seperti gunung merapi yang sedang meletus mengeluarkan lahar panasnya dan lahar dinginnya, terucaplah kata PUTUS dari mulutku, karena aku tak tahan menerima keadaan pacar yang sangat aku sayangi, cintai dan aku banggakan meghianatiku, dengan cara berselingkuh dengan teman karibku, teman dekatku. Betapa hancur hatiku, air liur langsung menjadi pahit, air mata menjadi emosi,air peluh menjadi lelehan timah panas yang mengalir keseluruh badan. Peristiwa yang tidak kusangka-sangka , lebih dari peristiwa aku kehilangan dompet berisi sim, ktp dan stnk seminggu sebelumnya. Apakah peristiwa kehilangan dompetku adalah penanda aku juga kehilangan pacar yang sangat kusayangi, seperti aku kehilangan STNK kendaraanku sebagai tanda pemilik kendaraan. Yang paling tak kusangka, STNK hidup yang kumiliki di ambil teman karibku sendiri. Masalah yang tidak lagi seperti jerawat kecil diwajahku, tetapi tomur besar diwajahku telah tumbuh. Wati juga merasa dirinya ngedrop setelah rahasianya terbongkar,dan aku mengatakan bahwa kami harus berpisah. Setelah magrib, wati memutuskan untuk pergi kebanjarmasin bersama bapaknya. Dia mengatakan ingin jauh dariku.
Dimalam harinya aku mengirimkan pesan singkat kepadanya untuk meminta penjelasan kembali, dan akhirnya dia mengakui bahwa dia memang menaruh hati kepada amat, dan mengakui bahwa mereka menjalani hubungan tanpa status. Yang membuat aku langsung terdiam dengan memendam rasa kekesalan seperti orang lagi kecopetan intan berton-ton beratnya. Dan merasa bingung kenapa sampai teman karibku yang mengambil pacarku, kekesalanku sangat membuatku kehilangan semangat cinta kasih sayang. Wati mengatakan kepadaku semua ini karena aku, dia merasa aku kurang memperhatikannya. Dan dimalam itu juga aku mengirimkan pesan singkat kepada orang tuanya bahwa aku tidak bisa lagi menjaga wati seperti janjiku kepada ibunya wati diawal aku pacaran dengan wati karena watinya sendiri yang tidak mau aku jaga lagi. Namun aku tidak mau mengatakan bahwa ada laki-laki yang telah menggantikan aku sehingga aku harus berpisah dengannya. Karena aku tidak ingin wati dianggap tidak baik orang tuanya, biarlah aku yang tau kenapa aku memutuskan harus berpisah. Karena aku merasakan sudah ada yang berbeda, mungkin karena asas manfaat yang aku berikan kurang kepadanya , kurang perhatian, tidak bisa menjemput dan mengantarnya. Hadirlah Amat yang mempunyai perhatian lebih dan bisa menjemput dan mengantarnya sekolah yang membuatnya berpaling dariku, begitulah pikiran yang hinggap di otakku seperti dia memiliki sebuah baju yang masih bagus, tetapi karena jarang terpakai, maka ia menginginkan baju baru lagi.
Aku masih tetap terdiam, aku merasakan diriku seperti orang yang menangkap Ikan, dan mendapatkan Ikan yang sangat cantik, bagus, baik dan tidak susah dipelihara, ikan itu kuletakkan di akuariumku, dengan Air yang bersih. Ke mudian suatu hari ada orangyang datang kerumahku, teman dekatku sendiri,Amat. dia membawa akuarium kerumahku tanpa sepengetahuanku, akupun tidak merasa curiga, mungkin karena akuarium yang dibawa temanku lebih bagus memang disengajakan untuk mengambil Ikan yang sangat cantik, bagus, baik dan mudah dipelihara milikki untuk dia pelihara. Dan karena ikan yang kupelihara merasa dia kurang diperhatikan, padahal aku selalu mengganti airnya, memberikan sirkulasi oksigen yang cukup untuknya dan membersihkannya. Tetapi Ikannya melompat ke akuarium yang telah disediakan temanku.
Dan aku merasa tidak mendapatkan keadilan dan kebenaran dengan peristiwa ini, aku merasa diriku orang yang membeli sebuah motor dengan cara kredit, aku selalu membayar uang bulanannya. Walaupun aku terkadang bayar di akhir waktu terakhir pembayaran, tetapi tidak pernah telat. Tetapi kenapa kendaraanku masih ditarik. Tidak ada keadilan bagiku. Aku juga tidak menyangka teman-temannya juga ikut bersekongkol menyediakan tempat untuk Wati bertemu dengan Amat dan tidak memberi tahu aku tentang bagaimana hubungan mereka.
Keesokan harinya, Emosiku masih tidak bisa kuhilangkan, karena wati seperti merasa dirinya benar. Yang membuatku semakin tidak bisa memaafkannya. Setelah salat Magrib, aku membaca salah satu surat Al Quran, surat Yasin, yang memang sudah menjadi kebiasaanku. Namun saat aku membaca surat Yasin tersebut, aku merasakan diriku mendapatkan ketenangan pikiran dan jiwa. Setelah membaca surat Yasin, aku mengirimkan pesan singkat kepada temannya Wati yang menyediakan tempat Wati dan Amat bertemu, Rika. Aku meminta kejujurannya, dari sanalah aku mengetahui semua rahasia yang selama ini Wati sembunyikan dariku. Wati memang telah menjalani hubungan tanpa status dengan Amat baru setengah bulan ini. Dan pernah keluar malam untuk makan malam di Km. 8.
Setelah salat Isa, aku merenung berusaha mencari hikmah yang dapat ku ambil. Aku merasa diriku telah mendapatkan KTP yang baru dengan nama jomblo, dan mendapatkan SIM yang baru dengan nama surat ijin mencari. Namun aku belum berniat untuk membuat STNK baru, aku sangat sayang dengan STNK hidup yang di ambil temanku. Aku belum bisa menggantinya dengan yang baru. Dimalam itu aku berkiriman pesan singkat dengan Rika, aku mengatakan kepadanya aku kayanya ingin membeli motor baru saja dengan cash, tidak kredit lagi karena takut di ambil orang lagi. Namun hatiku masih teringat Wati, Wati, dan Wati. Kemudian masuklah pesan singkat dari Wati, dia menyadari dan mengaku dirinya salah dan hilaf kepadaku, dia meminta kesempatan sekali kepadaku untuk memperbaiki kesalahannya dan dia tidak akan lagi mengulangi kesalahannya. Aku yang sangat sayang dan cinta kepadanya, dan berusaha untuk mencoba bersikap adil kepadanya karena aku juga pernah diberinya kesempatan yang dapat merubah seorang playboy menjadi seorang yang setia, pikiran itulah yang membuatku memberikan kesempatan kepadanya seperti dia memberikan kesempatan kepadaku agar lebih baik, aku mencoba menjadi seorang yang tidak buta dengan balas budi, aku mencoba untuk memberikannya kesempatan satu kali dengan syarat berjanji tidak akan melakukan hal yang sama dan memberikan penjelasan kepada orang tuanya bahwa kami telah bersatu kembali. Aku menginginkan Wati yang dulu, Wati yang mengerti aku, setia dan dapat membuat seorang playboy menjadi seorang yang sangat setia. Karena menurutku lebih baik mantan playboy dari pada mantan setia.
Satu hari kemudian aku merenung kembali, aku merasakan sekarang aku mendapatkan kembali STNK ku yang dulu hilang telah kembali. Sama halnya ada pepatah, ada udang dibalik batu, pepatah itu memang menyakitkan kalau ada yang sembunyi-sembunyi. Namun aku dapat mengambil hikmah dari pepatah itu dengan cara aku mengambil udang dibalik batu untuk kujadikan udang goreng yang enak untuk dinikmati.
Dihari itulah aku meminta wati untuk memberi tahu orang tuanya bahwa kami telah kembali bersatu dengan prinsif yang sama, dengan cinta yang sebenarnya. Dengan sayang sebenarnya dan memanfaatkan kesempatan yang sebenarnya.